Mahanila Store

Smart Service With Competitive Prices

Latest Posts

DAFTAR PRODUK MAHANILA STORE


Silahkan Ketik Di Kotak SEARCH Diatas Untuk Mencari Dan Melihat Produk Anda Atau Klik Pada Image
KLIK DISINI UNTUK MELIHAT PRODUK MAHANILA STORE LAINNYA

Produk Kami

Bhagavad-gita Menurut Aslinya (Medium)


Harga Rp. 165.000
StokTersedia
Deskripsi Produk
Spesifikasi
Kategori  : Agama & Kepercayaan
Berat       : 500 gram
Deskripsi : Bhagavad-gita Menurut Aslinya (Medium)

Silsilah Keluarga Sri Krishna

Krishna memiliki 16.108 istri dan masing-masing istri melahirkan sepuluh anak laki-laki/putra, mereka seperti ayahandanya Sri Krishna mereka di berkahi kekuatan, keindahan, kebijaksanaan, ketenaran, kekayaan dan penolakan/keangkuhan. Berikut adalah 10 nama-nama putra Sri Krishna dari 8 Ratunya.
Ratu Rukmini, Sri Krishna memiliki sepuluh putra : Pradyumna, Carudesna, Sudesna, Carudeha, Sucaru, Carugupta, Bhadracaru, Carucandra, Vicaru dan Caru. Tak satu pun dari mereka yang rendah dalam kualitas mereka seperti ayahandanya Sri Krishna.
Ratu Satyabhama memiliki sepuluh putra, dan nama-nama mereka adalah sebagai berikut : Bhanu, Subhanu, Svarbhanu, Prabhanu, Bhanuman, Candrabhanu, Brhadbhanu, Atibhanu, Sribhanu dan Pratibhanu.
Ratu Jambavati, memiliki sepuluh putra yang dipimpin oleh Samba. Nama-nama mereka adalah sebagai berikut : Samba, Sumitra, Purujit, Satajit, Sahasrajit, Vijaya, Citraketu, Vasuman, Dravida dan Kratu. Sri Krishna secara khusus sangat sayang kepada putra-putra Jambavati.
Ratu Satya, putri Raja Nagnajit, Sri Krishna memiliki sepuluh putra. Mereka adalah sebagai berikut : Vira, Candra, Asvasena, Citragu, Vegavan, Vrsa, Ama, Sanku, Vasu dan Kunti. Di antara mereka, Kunti adalah yg terkuat.
Ratu Kalindi dan putra-putra mereka adalah sebagai berikut : Sruta, Kavi, Vrsa, Vira, Subahu, Bhadra, Santi, Darsa, Purnamasa dan yang termuda, Somaka.
Ratu Laksmana, putri Raja provinsi Madras, dia melahirkan sepuluh putra, nama-nama mereka : Praghosa, Gatravan, Simha, Bala, Prabala, Urdhvaga, Mahasakti, Saha, Oja dan Aparajita.
Ratu Mitravinda memiliki sepuluh putra. Mereka adalah sebagai berikut : Vrka, Harsa, Anila, Grdhra, Vardhana, Unnada, Mahamsa, Pavana, Vahni dan Ksudhi.
Ratu Bhadra memiliki sepuluh putra, nama-nama putranya : Sangramajit, Brhatsena, Sura, Praharana, Arijit, Jaya, Subadra, Vama, Ayur dan Satyaka.
Selain delapan ratu kepala, Sri Krishna memiliki 16.100 istri lainnya, dan semua dari mereka masing-masing memiliki sepuluh putra.

Putra tertua dari Rukmini yaitu Pradyumna, menikah dengan Mayavati, dan setelah itu ia menikah lg dengan Rukmavati, putri dari paman dari pihak ibu, Rukmi (kakak Rukmini). Dari Rukmavati, Pradyumna memiliki seorang putra bernama Aniruddha. Rukmi, kakak dari Rukmini istri pertama Sri Krishna, dalam pertarungannya dengan Sri Krishna sangat dilecehkan dan dihina, tapi atas permintaan Rukmini hidupnya diselamatkan. Sejak saat itu Rukmi menyimpan dendam besar terhadap Sri Krishna dan selalu bertentangan dengan-Nya. Namun demikian, putrinya Rukmi menikah dengan putra Sri Krishna, dan cucu Rukmi menikah dengan cucunya Sri Krishna anak dari Aniruddha. Kenyataan ini tampaknya menakjubkan bagi Maharaja Pariksit ketika ia mendengar dari Sukadeva Gosvami . " Saya terkejut bahwa Rukmi dan Sri Krishna, yang begitu sangat bertentangan satu sama lain, bisa lagi dipersatukan oleh hubungan perkawinan antara keturunan mereka. " Maharaja Pariksit ingin tahu tentang misteri kejadian tersebut, dan karena itu ia bertanya lebih lanjut kepada Sukadeva Gosvami. Karena Sukadeva Gosvami adalah seorang yogi dan tidak akan menyembunyikan wawasan pengetahuannya. Seorang yogi yang sempurna seperti Sukadeva Gosvami dapat melihat masa lalu, sekarang dan masa depan di semua rincian. Ketika Maharaja Pariksit bertanya kepada Sukadeva Gosvami, Sukadeva Gosvami menjawab sebagai berikut :

Rukmavati, tidak bisa memilih suami selain Pradyumna (putra tertua dari Sri Krishna yg lahir dari Rukmini) dalam svayamvar/sayembara karena Pradyumna begitu tampan dan menarik hati. Oleh karena itu, dalam pertemuan seleksi Rukmawati memberikan karangan bunganya kepada Pradyumna di hadapan semua pangeran lainnya. Ketika ada perkelahian antara para pangeran, Pradyumna keluar sebagai pemenang dan karena itu Rukmi terpaksa memberikan putrinya yang cantik kepada Pradyumna. Meskipun permusuhan selalu menyala di hati Rukmi karena ia dihina oleh Sri Krishna dalam penculikan adiknya, Rukmini. Ketika putrinya memilih Pradyumna sebagai suami, Rukmi tidak bisa menolak dan menyetujui upacara pernikahan, yg sebenarnya hanya untuk menyenangkan adiknya, Rukmini. Selain kesepuluh anak yang dijelaskan di atas, Rukmini memiliki satu putri yang cantik dengan mata besar dan ia menikah dengan putra Krtavarma, yang bernama Bali.

Meskipun Sri Krishna adalah musuh yang bebuyutan Rukmi, ia memiliki kasih sayang yang besar kepada adiknya, Rukmini, dan ia ingin menyenangkan hatinya dalam segala hal. Ketika cucu Rukmini, Aniruddha akan menikah, Rukmi menawarkan Rocana cucunya untuk menikah dengan Aniruddha. Pernikahan tersebut antara sepupu langsung sangat tidak disetujui oleh kitab pustaka Weda, tetapi untuk menyenangkan Rukmini, Rukmi menawarkan putrinya dan cucu ke anak dan cucu dari Sri Krishna. Ketika negosiasi pernikahan Aniruddha dengan Rocana selesai, pesta pernikahan besar dilaksanakan. Dimulai dari Dvaraka mereka melakukan perjalanan sampai Bhojakata, wilayah yg Rukmi telah dijajah setelah adiknya setelah diculik oleh Sri Krishna. Pesta perkawinan ini dipimpin oleh kakeknya yaitu Sri Krishna, didampingi oleh Baladewa/Balarama, serta istri pertama Sri Krishna, Rukmini, anaknya Pradyumna, anak Jambavati yaitu Samba serta banyak kerabat dan anggota keluarga lainnya. Mereka tiba di kota Bhojakata  dan upacara perkawinan dilaksanakan.

Raja Kalinga adalah teman Rukmi dan ia memberi trik kecurangan untuk mengalahkan Balarama dalam pertaruhan bermain catur. Di antara para raja, taruhan dan perjudian di catur merupakan hal yg lumrah. Jika seorang teman menantang untuk bermain di papan catur, teman tidak bisa menolak tantangan. Sri Balarama bukanlah pemain catur yang ahli. dan Raja Kalinga menyarankan Rukmi untuk membalas dendam terhadap anggota keluarga Sri Krishna dengan menantang Baladewa dalam bermain catur. Meskipun bukan pemain catur yang ahli, Sri Balarama sangat antusias. Ia menerima tantangan Rukmi. Taruhannya adalah koin emas. Pertama-tama Balarama ditantang dengan 100 koin, kemudian 1.000 koin, selanjutnya 10.000 koin. Balarama kalah. Pada saat itu Raja Kalinga dan Rukmi memperoleh kesempatan untuk mengolok Sri Krishna dan Balarama. Raja Kalinga berbicara dengan nada bercanda dan sengaja memperlihatkan giginya ke Balarama dan mengolok dengan menyebutnya pecundang dalam permainan. Balarama bisa sedikit toleran dengan kata-kata bercandaan itu. Namun Ia menjadi agak gelisah ketika Rukmi menantangnya lagi dengan taruhan dari 100.000 koin emas. Untungnya, kali ini Balarama menang. Meskipun Balarama menang dari kelicikan Rukmi, namun Rukmi mengklaim bahwa Balarama sendirilah yang licik dan pecundang dan seharusnya ia lah yang menang. Karena kebohongan ini, Balarama menjadi sangat marah. Amarahnya yang besar muncul seperti gelombang pasang di laut pada hari bulan purnama. Mata Balarama adalah memerah dan seketika Ia menjadi gusar dan matanya menjadi lebih kemerahan. Kali ini Balarama menantang dan membuat taruhan sebesar 100.000.000 koin emas.

Balarama menang lagi menurut aturan catur, tapi Rukmi licik mulai mengklaim bahwa ia lah pemenangnya. Selama pertengkaran itu ada suara ilahi menggema dari atas dan mengumumkan bahwa dalam permainan ini pemenang sebenarnya adalah Balarama, sedangkan klaim Rukmi yang menyatakan kemenangannya adalah benar-benar palsu.

Meskipun begitu, Rukmi bersikeras bahwa Balarama telah kalah. Rukmi mulai berkata mencemooh, "Balarama, Anda dua bersaudara, anak laki-laki gembala sapi saja mungkin sangat ahli dalam merawat sapi, tapi bagaimana bisa Anda menjadi ahli dalam bermain catur atau menembakkan panah di medan perang ? Mendengar perkataan semacam itu, ruangan mulai bergemuruh dengan tawa keras dari semua yang hadir di sana. Balarama menjadi sangat marah. Ia segera mengambil senjatanya, tanpa bicara lebih lanjut, dengan senjatanya Balarama memukul kepala Rukmi. Hanya satu pukulan saja, Rukmi jatuh dan mati. Rukmi dibunuh oleh Balarama pada upacara pernikahan Aniruddha.

Raja Kalinga menjadi sangat takut bahwa ia akan menjadi korban berikutnya, ia akan melarikan diri dari tempat kejadian. Sebelum ia dapat melangkah, Balarama segera menangkapnya dan karena Raja Kalingan selalu menunjukkan giginya ketika mengolok-olok Balarama dan Sri Krishna. Dengan segera Balarama merontokkan semua gigi Raja Kalinga dengan senjatanya itu. Para pangeran lain yang mendukung Raja Kalinga dan Rukmi juga ditangkap. Balarama memukuli mereka semua dengan senjatanya. Mereka tidak mencoba untuk membalas tapi pikir bijaksana dengan melarikan diri dari kejadian berdarah tersebut.

Selama perselisihan antara Balarama dan Rukmi, Sri Krishna tidak mengucapkan sepatah kata pun, karena Dia tahu bahwa jika Dia mendukung Baladewa, Rukmini akan bahagia dan jika Dia mengatakan bahwa pembunuhan Rukmi tidak adil, maka Baladewa akan bahagia. Oleh karena itu, Sri Krishna diam. Diapun tidak mengubah hubungan kasih sayang-Nya dengan Balarama ataupun dengan Rukmini.

Bhagavad-gita Menurut Aslinya
Bhagavad-gita As It Is

His Divine Grace A. C. Bhaktivedanta Swami Prabhupāda
Founder Ācārya of the International Society for Krishna Consciousness


Bab 1: Meninjau Tentara-tentara di Medan Perang Kuruksetra
Chapter One: Observing the Armies on the Battlefield of Kurukṣetra
Bab 2: Ringkasan Isi Bhagavad-gita
Chapter Two: Contents of the Gītā Summarized
Bab 3: Karma-yoga
Chapter Three: Karma-yoga
Bab 4: Pengetahuan Rohani
Chapter Four: Transcendental Knowledge
Bab 5: Karma-yoga—Perbuatan dalam Kesadaran Krishna
Chapter Five: Karma-yoga – Action in Kṛṣṇa Consciousness
Bab 6: Dhyana-yoga
Chapter Six: Dhyāna-yoga
Bab 7: Pengetahuan Tentang Yang Mutlak
Chapter Seven: Knowledge of the Absolute
Bab 8: Cara Mencapai Kepada Yang Mahakuasa
Chapter Eight: Attaining the Supreme
Bab 9: Pengetahuan Yang Paling Rahasia
Chapter Nine: The Most Confidential Knowledge
Bab 10: Kehebatan Tuhan Yang Mutlak
Chapter Ten: The Opulence of the Absolute
Bab 11: Bentuk Semesta
Chapter Eleven: The Universal Form
Bab 12: Pengabdian Suci Bhakti
Chapter Twelve: Devotional Service
Bab 13: Alam, Kepribadian Yang Menikmati dan Kesadaran
Chapter Thirteen: Nature, the Enjoyer and Consciousness

Bab 14: Tiga Sifat Alam Material
Chapter Fourteen: The Three Modes of Material Nature
Bab 15: Yoga Berhubungan dengan Kepribadian Yang Paling Utama
Chapter Fifteen: The Yoga of the Supreme Person
Bab 16: Sifat Rohani dan Sifat Jahat
Chapter Sixteen: The Divine and Demoniac Natures
Bab 17: Golongan-golongan Keyakinan
Chapter Seventeen: The Divisions of Faith
Bab 18: Kesimpulan—Kesempurnaan Pelepasan Ikatan
Chapter Eighteen: Conclusion – The Perfection of Renunciation



Gambar Produk Lainnya :



5 24

No comments:

Post a Comment

Terimakasih telah berkunjung ke Mahanila Store. Kami sangat berterimakasih atas kepercayaan Anda kepada produk dan layanan kami. Silahkan beri komentar Anda disini dan secepatnya akan kami tanggapi. Untuk pesanan produk silahkan lihat keranjang belanja Anda. (Mahanila Das-Founder)


Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

Please SMS/WhatsApp or Call Mahanila Store:

WhatsApp SMS

Link menuju sms plus no HP dan body terisi Link menuju sms body terisi Link Telpon Link Telpon(call me)

Link Favorit

Visit Sanatana Dharma Indonesia

Thank you for visiting Mahanila Store and see you again.

Hare Krishna Hare Krishna Krishna Krishna Hare Hare Hare Rama Hare Rama Rama Rama Hare Hare

Please SMS/WhatsApp or Call Mahanila Store:

WhatsApp SMS

Link menuju sms plus no HP dan body terisi Link menuju sms body terisi Link Telpon Link Telpon(call me)
Selamat Datang di Website Toko Online kami. Mahanila Store adalah Toko Online segala macam produk HARIAN ANDA untuk Bisnis Jual-Beli Online, Buku, Pakaian, Makanan, Minuman, Elektronik, Rumah, Mobil, Motor, Spare Parts, Kerajinan, Kaos, Souvenir, Cinderamata, Vitamin, Nutrisi, Body Care dan Obat-obatan Herbal. Dapatkan Produk-produk Anda di Mahanila Store khusus untuk Anda sekarang juga..!
Cara Belanja di TOKO KAMI

Produk Kami

[Mahanila].. [Mahanila Store].. [Sanatana Dharma Indonesia].. [Mahanila Rent Car Batam].. [Cakadola Store].. [Sadhu Guru Sastra].. [Nityam Bhagavata Sevaya]
[Cara Belanja].. [Kontak].. [About Us].. [Testimonial]..
Silahkan Preview Website Favorit Anda!
Temukan Toko Kami disini:
Temukan Kami di KASKUS tokospot Temukan Kami di OLX tokospot Temukan Kami di LAZADA tokospot Temukan Kami di SHOPEE tokospot Temukan Kami di BLIBLI tokospot
Copyright © 2017. Premium Blogger or Blogspot Template | MahanilaTemplate - All Rights Reserved
Copyright © 2017. Mahanila Store (Sahabat Belanja Anda)-Mahanila Enginering Group.- All Rights Reserved.
Bouncing ball Bouncing ball Bouncing ball

Visit Sanatana Dharma Indonesia at http://sanatanadharmaindonesia.blogspot.com

MAHANILA STORE


Bhagavad-gita Menurut Aslinya
Srimad Bhagavatam
Cakadola Cakadola Mahanila Store Mahanila Shop Cakadola Cakadola Cakadola Mahanila Store Mahanila Shop Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Mahanila Store Mahanila Shop Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola
Cakadola Cakadola Mahanila Store Mahanila Shop Cakadola Cakadola Cakadola Mahanila Store Mahanila Shop Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Mahanila Store Mahanila Shop Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola
Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola Cakadola